Cerita ini bermula pada bulan Agustus 2008, ketika itu aku berniat menyerahkan surat lamaran pekerjaan untuk PT.Bintang Toedjoe dan PT.Sawindo Kencana (Red: PT.Kencana Agri) di AA YKPN Yogyakarta. Ketika menyerahkan surat lamaran ke Bpk.Komar, aku bertemu dengan Ketua AA YKPN Bpk.Budhi. Beliau mengatakan bahwa saat ini AA YKPN sedang menjalin kerjasama dengan PT.Hana Bank Indonesia untuk perekrutan karyawan di PT.Hana Bank. Tanpa ragu Bpk.Budhi menawarkan untuk melihat presentasi dari PT.Hana Bank (Kalau tidak salah pada akhir Agustus 2008) di Ruang MM 1 AA YKPN (Red: Awal terjadinya janji-janji palsu).

Pada saat itu ada kurang lebih 80 orang yang mengikuti presentasi. Setelah presentasi pada pagi hari, langsung ditawarkan bagi yang berminat untuk megikuti seleksi diskusi kelompok pada siang harinya. Hampir semua peserta presentasi pada pagi hari mengikuti proses diskusi kelompok siang harinya. Diskusi bergulir dengan cepatnya dan kitapun diberi informasi bahwa hasil diskusi akan diumumkan satu minggu berikutnya. Hasilpun keluar dan kurang lebih 50 orang ikut seleksi selanjutnya yaitu interview dengan user dari Hana Bank.

Pada tanggal 9 September 2008 dilakukan interview oleh user (Hana Bank) ke peserta seleksi. Saat itu aku kebagian interview dengan Bpk.Arman. Tanya sana-sini dari A-Z dll, akhirnya interview berjalan lancar. Tanggal 15 September 2008 hasil interview oleh user diumumkan via sms oleh AA YKPN. Ada 22 nama yang lolos, tapi 3 orang ilang entah kemana. Sembilan belas orang terpilih untuk mengikuti B3SP Angkatan II PT.Hana Bank Indonesia. Peserta yang lolos diminta untuk melakukan psikotes pada tanggal 20 Oktober 2008 dan medical checkup pada tanggal 21 Oktober 2008 di Hi-Lab. Seminggu tanpa kabar akhirnya pada tanggal 30 Oktober 2008 undangan untuk mengikuti pembukaan program B3SP sudah ada dan bisa diambil ke Bpk.Santo.
Saat datang dalam acara pembukaan tanggal 10 November 2008 aku sempat kaget, “lho kok yang ikutan jadi 24 orang???.” Ternyata ada tambahan 5 orang lagi dari Polines Semarang. Pelatihan kami jalani dari hari ke hari mulai tanggal 11 November 2008 dengan menyenangkan. Materi-materi disampaikan dengan apik dan menarik dari para pemateri. Keakraban antar pesertapun mulai terjalin dengan baik meski kami berasal dari angkatan yang berbeda.

Ketika pelatihan tinggal 10 hari lagi, tim dari manajemen Hana Bank datang ke Jogja untuk melihat pelatihan yang kami jalani. Tidak seperti yang kami bayangkan, ternyata manajemen  membawa kabar buruk. Janji yang dulu disampaikan pada kami bahwa kami akan langsung diangkat sebagai pegawai tetap di Hana Bank musnah sudah. Dengan alasan akibat dari krisis global, manajemen memutuskan untuk sementara tidak melakukan perekrutan karyawan. Jadi, peserta yang sudah ikutan training B3SP tidak bisa semua langsung ditempatkan dan diangkat sebagai pegawai tetap. Akan tetapi harus menunggu pembukaan cabang-cabang baru yang akan dilakukan. Sialnya, pada tahun 2009 nanti, Hana Bank mungkin hanya mampu membuka 3 cabang lagi yaitu Medan, Surabaya, dan Denpasar. Padahal rencana awalnya mereka akan membuka sampai dengan 80 cabang di 2009. (Bedane adoooh tenan…)

Setelah tahu masalah itu, anak-anak perserta B3SP Cuma bisa bengong mikir “kok aku bisa yaaa di goblokin kayak gini”…. Sekarang aku gak tau musti ngapain. Haruskah aku menuntut ganti rugi?? Ganti rugi macam apakah yang sekiranya pantas dilontarkan oleh orang yang “goblok” ke Hana Bank??… Kalau dipikir-pikir, kita sebenarnya sudah dirugikan secara sepihak oleh PT.Hana Bank tercinta. Banyak yang sudah meninggalkan pekerjaan lamanya (resign) dan lebih memilih Hana Bank. Contoh aja nih: Gerry, Agita, dan mungkin masih ada yang lain. Ada juga yang menolak tawaran-tawaran kerja dari perusahaan yang lain, seperti: Aku & Yudhan (Kencana Agri), Yudith (Bank BTN), Poerwanti & Farma (PT.Teliti Bersih), dll yang tidak mungkin disebutkan satu per satu (Coz gak apal juga seehh..). Yang paling menyedihkan adalah nasib temen-temen yang harus berhenti dari program alih jalur ke S1. Turut berduka buat: Wetri, Sita, & Dhina (eehhhmmmmm ada yang laen lagi yaaaa???)…. Klo ada yang laen mohon segera lapor guna mendapat ucapan duka cita tambahan…hehehe…. Mereka sudah kehilangan uang yang terlanjur dibayarkan untuk program alih jalur yang mereka ikuti…. Nasiiiiibbbb!!!!!!!

Sekarang kami bingung, kira-kira langkah selanjutnya yang harus kami ambil apa. Haruskah kami bertahan pada ketidakpastian ini atau kami harus sadar bahwa selama ini kami telah dibohongi. Yang kami harapkan sebenarnya adalah konsistensi dan komitmen dari manajemen PT.Hana Bank atas apa yang sudah mereka mulai. Harusnya mereka tidak berpikir dan bertindak secara sepihak hanya untuk kepentingan mereka sendiri. Tapi alangkah baiknya jika kami yang lugu dan bego’ ini juga dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan….

Mungkin percuma aku nulis ini, tapi apalagi yang bisa aku lakukan bersama teman-temanku….???? Nothing!!!!!!……………..

Yogyakarta, 15 Desember 2008
Jam 20.10 WIB di rumah
-Eka Burner Setiadi, S.E., Ak.-