Departemen Keuangan (Depkeu) memperkirakan penerimaan perpajakan tahun ini terko-reksiRp58,9triliun dari asumsi APBN 2009 sebesar Rp72S,8 triliun.Penurunan penerimaan pajak ini bagian dari imbas krisis keuangan global terhadap perekonomian nasional, nilai tukar rupiah, dan harga minyak mentah dunia. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, penerimaan seluruh jenis perpajakan tahun ini diproyeksikan menurun. “Setiap penurunan 1% pertumbuhan ekonomi, penerimaan pajak akan terkoreksi Rp9,4 triliun,” ujar dia saat rapat kerja dengan Panitia Anggaran DPR di Jakarta kemarin.
Penerimaan pajak penghasilan (PPh) nonmigas diprediksi turun Rpl7,3 triliun menjadi Rp283,3 triliun dari asumsi APBN Rp300,7 triliun. Anjloknya harga minyak mentah dunia ke kisaran USD40 per barel dari posisi puncak pada tahun lalu, sekitar USD130 menekan penerimaan PPh di sektor migas.
Depkeu memproyeksikan penerimaan PPh migas sebesar Rp38,8 triliun, turunRpl7,3 triliun dari asumsi APBN Rp56,7 triliun. Adapun pajak pertambahan nilai (PPN) turun dari Rp249,5 triliun menjadi Rp236 triliun.
Kemudian, bea masuk diproyeksi turun Rp2 triliun dari Rpl9,2 triliun menjadi Rpl7,2 triliun. Sementara bea keluar diperkirakan hanya Rp2,4 triliun atau Rp6,9 triliun lebih kecil dari asumsi APBN Rp9,3 triliun. Menkeu juga menyebutkan.penerimaan negara bukan pajak dari sektor migas kemungkinan hanya Rp92 triliun, merosot ta jam dari angka APBN Rpl62,l triliun.
Seperti diketahui, tahun ini pemerintah memperkirakan perekonomian nasional berada pada kisaran 4-5% dengan titik tengah 4,7%. Angka ini turun dari proyeksi pertengahan tahun lalu untuk 2009 sebesar 6%. Asumsi nilai rukarnipiahnaikdanRp9.400menjadiRpll.000terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sementara harga minyak mentah dunia dalam APBN 2009 ditetapkan USD45 per barel dari USD80 per barel.
Menkeu lebih lanjut mengungkapkan, penurunan penerimaan PPN impor yang mengindikasikan pelemahan aktivitas domestik mulai tampak sejak triwulan H/2008. Penurunan PPN impor, sambungnya, menggambarkan denyut diindustrimanufak-turyangmulaimelemahaki-bat memburuknya keuangan dunia sejak November 2008.
Kondisi serupa terlihat pada penerimaan PPN dalam negeri yang turun dramatis dari 20% pada triwulan 1/2008 menjadi mendekati nol pada triwulan IV/2008. Menkeu menambahkan.penerimaan bulanan PPh nonmigassaatini hanya Rp20 triliun dari rata-rata sebelum krisis global, Rp45 triliun per bulan.
Terkait laju ekonomi tahun ini, Menkeu mengungkapkan upaya mengejar target 4-5% masih sulit dicapai, kendati angkanya telah beberapa kali direvisi. Penyebabnya, kata dia, arah pertumbuhan ekspor yang masih bisa melemah mengikuti perekonomian dunia. “(Sementara) Arah ekonomi dunia masih tidak pasti,” kata dia.
Ketua Pani tia AnggaranDPREmirMoeismengingatk an pemerintah untuk memperhatikan secara cepat perkembangan krisis keuangan global. “Dalam rangka menjaga perekonomian nasional,” kata dia.
Sumber : Harian Seputar Indonesia
August 7, 2009 at 4:41 pm
keren, euy…ayo tingkatkan kemampuan menulis anda ka,
kok cm ini aja?
August 9, 2009 at 4:02 am
ini bukan tulisanku bung!!! cuma copy aja buat share ke tmn2 PPA ku dulu…